Entri Populer

Selasa, 11 Desember 2018

CARA SETTING F4/FOLIO PADA PRINTER EPSON

Assalaamu'alaikum sobat dumay, lama gak bersua kembali nih, terbesit tuk menulis sebuah tutorial yg sekiranya sepele namun cukup perlu dimengerti juga.
Kesel rasanya kalau kita maw ngeprint yah, namun saat ukuran yg kita inginkan F4 namun di menu printer tersebut gak ada tampilannya. Bisa diedit manual namun ketika mati lampu settingan akan kembali seperti awal. Yuk langsung ke TKP aja:
Langkah setting untuk menambahkan menu F4 adalah:
1. Klik kiri pada start atau gambar windows.

2. Pada kotak search bisa diketikkan device and printer, bisa jg lewat control panel

3. Klik kiri device and printer
4. Klik kanan pada salah satu driver printer yg aktif

5. Pilih main, kemudian pada document size pilih User-Defined klik kiri


6. Ketikkan pada paper size name dg F4 215,0 x 330.0 misalnya, kemudian klik kiri pada unit : mm biar lebih mudah

7. Kemudian klik save & done.
Ok sekian dari kami selamat mencoba!!!
Tunggu tutorial berikutnya.

Kamis, 04 November 2010

HUKUM SHAF (BARISAN) SHOLAT YANG TERPUTUS OLEH TIANG MESJID DAN YANG SEMISALNYA

Penulis: Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi). Hadits – Hadits Tentang Larangan Memutus Shaf Dalam Sholat.

Pertama: Hadits Anas bin Malik radhiallaahu ‘ anhu

Dari Abdul Hamid bin Mahmud berkata: Aku sholat bersama Anas bin Malik radhiallahu anhu pada hari jum'at, maka kami pun terdesak diantara tiang-tiang, maka kami pun maju atau mundur,lalu berkata Anas:

(( كنا نتقي هذا على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم ))
"kami dahulu menghindari (tiang) ini dizaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam."


Takhrij hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (1/229), Abu Dawud (673), An-Nasaai (2/821) dan dalam Al-Kubro (1/895), Ibnu Hibban (5/2218), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (1/793), Dhiyaa' dalam Al-Mukhtaroh (6/2287,2288), Al-Baihaqi (1/673), (3/104), Abdurrozzaq dalam mushonnaf-nya (2/2489), Ibnu Abi Syaibah dalam mushonnaf-nya (2/7498), seluruhnya dari jalan Sufyan Ats-tsauri dari Yahya bin Hani' bin Urwah Al-Murodi dari Abdul Hamid bin Mahmud.Dan lafadz diatas berdasarkan riwayat Abu Dawud,Al-Baihaqi,dan Dhiya'.
Pada lafadz yang lain,Abdul Hamid berkata:
Adalah aku bersama Anas bin Malik akan menegakkan sholat, lalu mereka mendesak kami diantara dua tiang, maka Anas pun mundur.setelah kami sholat beliau berkata:
"sesungguhnya kami dahulu menghindari ini di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam". Lafadz ini berdasarkan riwayat Al-Baihaqi, Al-Hakim, Abdurrozzaq, dan Dhiya' dalam satu riwayatnya.

Pada lafadz lainnya Abdul Hamid menyebutkan:
Kami sholat dibelakang salah seorang penguasa, maka keadaan berdesakan, maka kamipun sholat diantara dua tiang.setelah kami sholat, berkata Anas bin Malik:
"sesunguhnya kami dahulu menghindari ini dizaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam".

Kedudukan Hadits

Hadits ini adalah hadits yang shohih, para perawinya adalah perawi yang tsiqoh (terpercaya). Abdul Hamid bin Mahmud Al-Bashri, adapula yang mengatakan Kufi telah ditsiqohkan oleh Ad-Daruquthni, An-Nasaai, dan Ibnu Hibban. Adapun apa yang disebutkan oleh Abdul Haq dalam kitabnya 'Al-Ahkam" bahwa beliau seorang yang tidak bisa dijadikan hujjah, adalah pendapat yang tertolak. Oleh karena itu pendapat ini dibantah oleh Ibnul Qhotthan dan berkata: "aku tidak melihat seorangpun menyebutkannya dalam daftar para perawi yang lemah".
Dan hadits ini telah dishohihkan oleh banyak dari kalangan para ulama, diantaranya:
At-Tirmidzi, berkata: hadits ini hadits hasan shohih juga dishohihkan oleh Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Khuzaimah, Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Al-Fath, dan Al-Allamah Al-bani dalam shohih Abi Dawud (673).

Hadits kedua : Hadits Qurroh Bin Iyyas radhiallahu ‘anhu

Dari Qurroh bin Iyyas radhiallahu ‘anhu berkata:

(( كنا على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم نطرد طردا أن نقوم بين السواري في الصلاة ))

"Adalah kami dizaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam diusir sejauh-jauhnya dari berdiri diantara tiang-tiang (masjid) dalam sholat".

Takhrij hadits:

Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Majah (1002), Abu Dawud At-Thoyalisi dalam "Al-Musnad" (1073), Ibnu Khuzaimah (1567), Al-Hakim (1/794), Ibnu Hibban (5/2219), Al-Baihaqi (3/104), At-thabroni (19/39), Al-Bazzar dalam musnad-nya (8/249/3312), seluruhnya dari jalan Harun Abu Muslim dari Qotadah dari Muawiyah bin Qurroh dari ayahnya Qurroh bin Iyyas radhiallahu anhu.
Berkata Al-Bazzar: hadits ini kami tidak mengetahui yang meriwayatkan dari Qotadah kecuali Harun Abu Muslim.

Kedudukan hadits:

Dalam sanad ini terdapat seorang perawi bernama Harun bin Muslim, Abu Muslim Al-Bashri. Abu Hatim Ar-Rozi berkata bahwa dia majhul (tidak dikenal). Namun telah dikuatkan dengan riwayat sebelumnya yaitu hadits Anas bin Malik radhiallahu anhu, sehingga hadits ini adalah hadits yang shahih. Telah dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim. Dan Al-Allamah Al-Albani dalam Silsilah As-Shohihah: (1/335).


Hadits ketiga : Hadits Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma

Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
(( عليكم بالصف الأول,وعليكم بالميمنة,وإياكم والصف بين السواري ))

"Hendaklah kalian berada di shaf yang pertama, dan carilah shaf sebelah kanan, dan jauhilah shaf yang ada diantara tiang-tiang".

Takhrij hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Thabroni dalam Al-Kabir (11/12004), dan dalam Al-Awsath (9/9293), dari jalan Ismail bin Muslim Al-Makki dari Abu Yazid Al-Madini dari Ikrimah dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma.

Kedudukan hadits:

Dalam sanad hadits ini terdapat seorang yang bernama Ismail bin Muslim Al-Makki, dia adalah seorang perawi yang dha'if, bahkan sebagian para ulama sangat melemahkannya. Oleh karenanya hadits ini dilemahkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ad-Dho'ifah (6/2895).


B). Beberapa Atsar dari Para Shahabat

Pertama : Atsar Abdullah bin Mas'ud radhiallahu ‘anhu

Dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu bahwa beliau berkata:
(( لا تصفوا بين السواري ))
"Jangan kalian ber-shaf diantara tiang-tiang"

Takhrij atsar:

Atsar ini dikeluarkan oleh Abdurrozzaq (2/2487,2488), Abu Bakar bin Abi Syaibah dalam Mushonnaf-nya (2/1750), At-Thabrani dalam Al-Kabir (9/9293,9295), Bukhari dalam At-Tarikh Al-Kabir (8/2081), Al-Baihaqi dalam Al-Kubro (3/104), Ibnul Ja'ad dalam Al-Musnad (1964), seluruhnya dari jalan Abu Ishaq dari Ma'dikarib Al-Hamdani berkata: aku mendengar Abdullah bin Mas'ud berkata………..Al-Atsar.

Kedua: Atsar Abdullah bin Abbas

Berkata Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma:

((عليكم بميامن الصفوف وإياكم وما بين السواري وعليكم بالصف الأول ))

"Hendaklah kalian mencari shaf bagian kanan, dan jauhilah shaf diantara tiang-tiang, dan carilah shaf yang pertama."

Takhrij atsar:

Diriwayatkan oleh Abdurrozzaq dalam Mushonnaf (2/2477), dari Ibnu Juraij berkata: berkata seseorang dari Ibnu Abbas.
Dan diriwayatkan pula oleh Al-Fakihi dalam "Akhbar Makkah" (2/1227), dari jalan Ismail bin Muslim dari Abdul Karim bin Abil Mukhoriq dari Sa'id bin Jubair berkata: berkata Ibnu Abbas radhiallahu anhuma.


Ketiga: Atsar Anas bin Malik radhiallahu anhu.

Berkata Anas bin Malik radhiallahu anhu:
(( نهينا أن نصلي بين الأساطين ))
"Kami dilarang shalat diantara tiang-tiang"

Takhrij atsar:

Dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Abi Syaibah dalam Mushonnaf (2/7499): telah memberitakan kepada kami Husyaim bahwa dia berkata: telah mengabari kami Kholid dari seseorang yang memberitakan padanya dari Anas radhiallahu anhu.


Keempat: Atsar Hudzaifah radhiallahu anhu

عن حذيفة رضي الله عنه أنه كره الصلاة بين الأساطين
Dari Hudzaifah radhiallahu anhu bahwa beliau membenci sholat diantara tiang-tiang.

Takhrij atsar:

Dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Abi Syaibah dalam mushonnaf (2/7501): telah memberitakan kami Fudhoil bin Iyyadh dari Hushain bin Hilal dari Hudzaifah radhiallahu anhu.


C).Pendapat Para Ulama

Dalam hal menjelaskan tentang hukum sholat diantara dua tiang masjid, ada beberapa hal yang menjadi titik persamaan, dan ada pula yang menjadi titik perbedaan dikalangan para ulama. Adapun yang menjadi titik persamaan dan tidak terjadi perselisihan dikalangan mereka adalah sebagai berikut:

1). Bolehnya sholat sendiri (tidak berjama’ah) diantara dua tiang.
2). Bolehnya Imam sholat jama'ah berdiri diantara dua tiang mesjid.
3). Bolehnya sholat diantara dua tiang apabila jumlah jama'ah sedikit yang tidak melewati apa yang terdapat diantara dua tiang tersebut.
4). Bolehnya membuat shaf bagi para makmum diantara dua tiang apabila jumlah jama'ah terlalu banyak yang apabila mereka tidak sholat diantara dua tiang akan menyebabkan mereka sholat diluar mesjid.
Keempat permasalahan ini telah dinukilkan oleh para ulama bahwa mereka sepakat akan bolehnya hal tersebut.

Adapun yang menjadi letak perselisihan adalah:
Para makmum membuat shaf diantara dua tiang dalam keadaan memungkinkan bagi mereka menghindarinya, dan tidak menyebabkan mereka sholat diluar masjid,
maka inilah yang akan saya jelaskan:

Ketahuilah –semoga Allah merahmati kita semua- bahwa telah terjadi perselisihan dikalangan para Ulama tentang hukum membuat shaf sholat jama'ah diantara tiang-tiang masjid menjadi dua pendapat:
Pendapat pertama mengatakan :
Tidak disukai (makruh) Ini adalah pendapat Ahmad, Ishaq bin Rohawaih, Ibrohim bin Yazid An-Nakha'I, dan telah diriwayatkan dari beberapa shahabat seperti yang telah kita sebutkan diatas dan pendapat ini banyak dikuatkan oleh para ahli tahqiq seperti Asy-Syaukani, dan Al-Albani rahimahumullah Ta'ala.

Pendapat kedua mengatakan:
Boleh saja.Dan ini adalah pendapat Abu Hanifah, Malik, dan Asy-Syafi'i, Ibnul Mundzir, dan diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin, Ibrohim At-Taimi, Sa'id bin Jubair, Suwaid bin Ghoflah, dan pendapat orang-orang Kufah.

Hujjah masing-masing kedua pendapat:

Alasan pendapat pertama:
a) Dalil-dalil yang shohih yang datang dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, yang telah kami sebutkan di atas.
b). Beberapa perkataan para shahabat yang telah kita sebutkan pula, dan tidak ada dari kalangan shahabat yang lain menyelisihi pendapat tersebut.

Alasan pendapat kedua:
Pendapat ini berhujjah dengan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari (474) dan Muslim (2358), dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam masuk kedalam ka'bah bersama Usamah bin Zaid, Bilal, dan Utsman bin Tholhah, lalu merekapun menutupnya. Tatkala mereka membukanya, aku orang yang pertama memasukinya. Lalu aku bertemu Bilal, maka aku bertanya kepadanya: apakah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sholat di dalamnya?, beliau menjawab: ya, diantara dua tiang depan."
Dalam riwayat yang lain: "beliau jadikan satu tiang sebelah kanannya dan satu tiang sebelah kirinya."
Kata mereka:ini menunjukkan boleh sholat diantara dua tiang secara mutlak tanpa membedakan antara sholat sendiri ataupun sholat jama'ah.

Bantahan terhadap pendapat yang kedua

Tidak ada hujjah bagi pendapat kedua dari hadits tersebut, sebab hadits ini hanyalah menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sholat diantara dua tiang dalam keadaan sendiri, dan bukan sholat jama'ah, sehingga berhujjah dengan hadits ini dalam permasalahan yang diperselisihkan bukanlah pada tempatnya.berkata Asy-Syaukani rahimahullah Ta'ala:
"Larangan tersebut khusus berkenaan tentang sholatnya para makmum di antara tiang-tiang, bukan sholatnya Imam ataukah sholat sendiri. Dan inilah yang terbaik untuk dikatakan, dan apa yang terdahulu dalam mengkiaskan para makmum dengan (sholatnya) imam dan (sholat) sendiri adalah qiyas yang rusak, karena bertentangan dengan hadits-hadits bab ini (tersebut diatas)." (Nailul authaar, Asy-Syaukani:3/187).

Maka kuatlah pendapat pertama yang mengatakan makruhnya membuat shaf bagi para makmum di antara tiang-tiang masjid. Bahkan AsySyaukani rahimahullah menyatakan bahwa dzahir dari hadits tersebut menunjukkan haromnya. (Nailul Authar:3/186).


Hikmah larangan membuat shaf di antara tiang-tiang

Telah disebutkan oleh para ulama, diantaranya Ibnul Arobi, Al-Baihaqi, Imam Ahmad, dan sebagian dari kalangan Hanabilah seperti Ibnu Muflih, Al-Mardawi, Ibnu Qudamah, dan yang lainnya bahwa hikmah dilarangnya membuat shaf di antara tiang-tiang masjid adalah disebabkan karena hal tersebut menyebabkan terputusnya shaf sholat.sedangkan merupakan suatu hal yang dituntut dalam barisan sholat adalah rapat, dan tidak terputus. Maka apabila shaf tersebut diputus oleh tiang-tiang masjid, maka menyebabkan hilangnya salah satu tujuan bershaf yaitu merapatkannya, sehingga menyatukan jasad kaum muslimin antara satu yang lainnya yang mengantarkan kepada menyatunya pula hati-hati mereka. Telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
(( أقيموا الصفوف فإنما تصفون بصفوف الملائكة و حاذوا بين المناكب و سدوا الخلل و لينوا بأيدي إخوانكم و لا تذروا فرجات للشيطان و من وصل صفا وصله الله و من قطع صفا قطعه الله عز و جل)) .

"Luruskanlah shaf-shaf kalian, sesungguhnya kalian bershaf seperti shaf-shaf-nya para malaikat, dan sejajarkanlah diantara pundak-pundak kalian. tutuplah yang kosong, lembutlah pada tangan saudara kalian, dan jangan kalian biarkan adanya lubang-lubang syaithan. Barangsiapa yang menyambung shaf, maka Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya), dan barangsiapa yang memutus shaf, maka Allah akan memutusnya (menjauhkan dari rahmat-Nya)."
(HR.Ahmad, Abu Dawud, Thabrani, dari hadits Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dishohihkan Al-Albani rahimahullah dalam shohih al-jami',no:1187).

Abu Dawud berkata:aku telah bertanya kepada Imam Ahmad tentang sholat di antara tiang-tiang maka beliau menjawab: sesungguhnya hal itu dibenci sebab membuat shaf terputus. Maka apabila berjauhan diantara kedua tiangnya maka aku berharap (tidak mengapa).
Oleh karena sebab terputusnya shaf sholat tersebut, maka termasuk pelanggaran yang terdapat disebagian masjid, terdapatnya mimbar yang terlalu panjang yang menyebabkan terputusnya shaf pertama. Sehingga pelanggaran dengan sebab mimbar tersebut dari dua perkara:
Pertama : menyelisihi mimbar Nabi shallallahu alaihi wasallam yang hanya terdiri dari tiga anak tangga.
Kedua : menyebabkan terputusnya shaf sholat.
(lihat kitab: ats-tsamar al-mustathab,karya Syekh Al-Albani rahimahullah Ta’ala:1/413)

Semoga Allah memberikan hidayah kepada kaum muslimin untuk beramal dengan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan menyatukan mereka diatasnya.Amin.


Ditulis oleh : Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi


Daftar rujukan:

1). Shohih Bukhari
2). Shohih Muslim
3). Jami' Tirmidzi
4). Sunan Abi Dawud
5). Sunan An-Nasaai
6). Sunan Ibnu Majah
7). Al-Ihsan litartib shohih Ibnu Hibban
8). Mustadrok Al-Hakim
9). Sunan Kubro,Al-Baihaqi
10). Sunan Kubro,An-Nasaai
11). Al-Mukhtaroh,Dhiyaa'
12). Mushonnaf Abdurrozzaq
13). Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah
14). Shohih Ibnu Khuzaimah
15). Musnad Abi Dawud At-Thoyalisi
16). Mu'jam kabir,At-Thobroni
17). Musnad Al-Bazzar
18). Mu'jam ausath,At-Thobroni
19). Tarikh Kabir,Imam Bukhari
20). Akhbar Makkah,al-Fakihi
21). Musnad Ibnul Ja'ad
22). Tahdzib at-tahdzib,Ibnu Hajar Al-Asqolani
23). Taqrib attahdzib,Ibnu Hajar
24). Nailul Authar,Asy-Syaukani
25). Al-Mughni,Ibnu Qudamah
26). Al-Mubdi',Ibnu Muflih
27). Al-Inshaf,Al-Mardawi
28). Ats-tsamar al-mustathab,Al-Albani
29). Asyarhul mumti',Ibnu Utsaimin
30). Silsilah As-shohihah,Al-Albani
31). Silsilah Ad-Dho'ifah,Al-Albani
32). Shohih Al-Jami',Al-Albani
33). Shohih Abi Dawud,Al-Albani

Minggu, 24 Oktober 2010

Panduan Dasar Setting Jaringan Komputer Lokal (LAN – Local Area Network) menggunakan Windows XP

Posted on by ant_84

1.1 Mengenal LAN

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data komputer di internet. Komputer-komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol TCP/IP, karena menggunakan bahasa yang sama perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Komputer PC dengan sistem operasi Windows dapat berkomunikasi dengan komputer Macintosh atau dengan Sun SPARC yang menjalankan solaris. Jadi, jika sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke internet, maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer di belahan dunia mana pun yang juga terhubung keinternet.

Ciri-ciri jaringan komputer:

1. Berbagi perangkat keras (hardware).

2. Berbagi perangkat lunak (software).

3. Berbagi saluran komunikasi (internet).

4. Berbagi data dengan mudah.

5. Bemudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.

Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server.

Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation. Antara dua tipe jaringan tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, di mana masing-masing akan dijelaskan.

LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu :


  • Komponen Fisik

Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel, Topologi jaringan

  • Komponen Software

Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.

Personal Komputer (PC)

Tipe personal komputer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-Server, komputer yang difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja yang lebih tinggi dibandingkan komputerkomputer lain sebagai workstation-nya, karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola operasional jaringan tersebut.

Network Interface Card (NIC)

Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau network card, yaitu ISA dan PCI.

Saat ini terdapat jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI

Gambar Jenis kartu jaringan Ethernet

Tipe Pengkabelan

Terdapat beberapa tipe pengkabelan yang biasa digunakan dan dapat digunakan untuk mengaplikasikan Jaringan, yaitu:

  • Thin Ethernet (Thinnet)

Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.

  • Thick Ethernet (Thicknet)

Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.

  • Twisted Pair Ethernet

Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45. Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan dengan thin coax karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi.

Saat ini ada beberapa grade, atau kategori dari kabel twisted pair. Kategori 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Kabel kategori 5 dapat dibuat straight-through atau crossed.

Kabel straight through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB dan Modem Broadband lansung ke PC (tanpa HUB). Panjang kabel maksimum kabel Twisted-Pair adalah 100 m.

  • Fiber Optic

Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.

Protokol TCP/IP

Karena penting peranannya pada sistem operasi Windows dan juga karena protokol TCP/IP merupakan protokol pilihan (default) dari Windows. Protokol TCP berada pada lapisan Transport model OSI (Open System Interconnection), sedangkan IP berada pada lapisan Network mode OSI


IP Address

IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.

Network ID Host ID

IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.

Kelas-kelas IP Address

Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel 1.2.

Kelas Network ID Host ID Default Subnet Mask

A xxx.0.0.1 s/d xxx.255.255.254 – Defaul subnet mask : 255.0.0.0

B xxx.xxx.0.1 s/d xxx.xxx.255.254 – Defaul subnet mask : 255.255.0.0

C xxx.xxx.xxx.1 s/d xxx.xxx.xxx.254 – Defaul subnet mask : 255.255.255.0

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.

Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:

Network ID = 113

Host ID = 46.5.6

Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.

IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya.

Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1

Network ID = 132.92

Host ID = 121.1

Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx

IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.

Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.

Domain Name System (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki.

1. Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).

2. Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.

3. Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya : microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host

Configuration Protocol atau diisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.

Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannnya. Terdapat tiga macam topologi jaringan umum digunakan, yaitu Bus, Star dan Ring.

Topologi Bus

Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

1. Topologi Star

Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau hub. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.

2. Topologi Ring

Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat- alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.

Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.

Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.


Network Adapter Card (LAN Card)

Setiap network card akan memiliki driver atau program yang berfungsi untuk mengaktifkan dan mengkonfigurasi network adapter tersebut disesuaikan dengan lingkungan dimana network card tersebut dipasang agar dapat digunakan untuk melakukan komunikasi data.

Sistem Operasi Jaringan

Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan adanya sistem operasi jaringan. Sistem operasi jaringan dibedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannnya, yaitu sistem operasi client-server dan system operasi jaringan peer to peer.

1. Jaringan Client-Server

Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.

Keunggulan

  1. Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain sebagai workstation.
  2. Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat seorang pemakai yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
  3. Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.

Kelemahan

1. Biaya operasional relatif lebih mahal.

2. Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.

3. Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.


2.1. Setting Jaringan Komputer Lokal (LAN – Local Area Network) menggunakan Windows XP

Prosedur yang dilakukan untuk mengkonfigurasi Network Adapter Card (bisa dilihat di gambar seperti diatas).

1. Click Start à Setting à Control Panel sampai keluar kotak dialog Control Panel (seperti terlihat digambar dibawah ini)

2. Double-Click Icon Network Connection sampai keluar kotak dialog Network Connection

3. Double-click Icon Local Area Connection sampai keluar kotak dialog Local Connection Area Status

4. Click Properties sampai keluar kotak dialog Local Area Connection Properties

5. Double-Click Internet Protocol (TCP/IP) yang ada di dalam kotak dialog Local Area Connection Properties sampai keluar kotak dialog baru : Internet Protocol (TCP/IP) Protocol

Masukkan data-data IP Address seperti gambar diatas. Data IP Address setiap UAD akan berbeda-beda dan unik (tidak boleh sama antara satu AUD Kampus III dengan UAD Kampus lain ). Data IP Address ini, nanti akan diberikan saat instalasi Broadband selesai (saat aktifasi jaringan)

Data-data IP Address yang paling diperlukan oleh setiap PC yang akan disetting di setiap remote UAD adalah sbb :

1. Default Gateway à IP Address dari modem Broadband. Diberikan menyusul saat aktifasi.

2. IP Address à IP Address ini merupakan satu class dengan IP Modem Broadband (IP Default Gateway) nantinya.

3. Subnet Mask à Data Blok IP yang akan diberikan, mestilah meng-ingclude-kan data Subnet Mask ini.

4. Setelah data-data setting TCP/IP ini dimasukkan, click OK untuk menutup kotak dialog Internet Connection (TCP/IP) Properties

5. click OK untuk menutup kotak dialog “Local Area Connection Properties”

6. Click Star à Run à sampai keluar kotak dialog RUN, dan ketikkan CMD sampai keluar kotak dialog baru “command”

7. Di kotak dialog “Command” tadi, ketikkan : ipconfig

Jika Ethernet dari computer belum tersambung dengan LAN, akan keluar hasil seperti gambar dibawah.

7.1. Jika dilakukan test PING saat kondisi Komputer belum tersambung ke LAN, akan didapat hasil seperti gambar dibawah.

7.2. Setelah computer tersambung ke LAN, ketik IPCONFIG /ALL untuk melihat IP Address yang terpasang di Komputer user tersebut. Hasilnya bisa dilihat seperti gambar dibawah ini.

Jika didapatkan hasil ping test (Request timed out), Kemungkinan ada problem di jaringan Lokal.

Kemungkinan problem ada bisa dari sbb :

- Konektor kabel jaringan (kabel LAN) terpasang kurang kencang. à Kencangkan koneksi pemasangan kabel LAN ke port Hub Ethernet dan ke Card PC LAN

- Kabel LAN yang tidak bagus (ada pin-pin koneksi kabel yang putus ditengah) Ganti dengan kabel LAN lain yang bagus

- Port Hub Ethernet yang tidak bagus (longgar atau bad contact) à Coba pindah port

Jika didapatkan hasil ping test seperti gambar diatas (Reply from x.x.x.x ), bisa dipastikan bahwa jaringan beroperasi dengan normal.

Setiap user jaringan di remote UAD, diharapkan paling tidak, bisa melakukan action seperti diatas. Target user di UAD adalah memastikan jaringan local LAN terhubung dengan IP Ethernet dari Modem Broadband yang merupakan Gateway jaringan UAD menuju Jaringan Server UAD Pusat dan Internet.

Jika PC user telah bisa melakukan ping test seperti diatas, dan mendapatkan hasil Reply from x.x.x.x à (Ip modem), maka bisa dipastikan jaringan LAN di UAD tersebut tidak ada masalah.

Setelah memastikan di jaringan LAN tersebut tidak bermasalah, user di UAD diarahkan untuk melakukan TEST PING IP Address Server Pusat. Cara melakukan test ping ini sama dengan melakukan test ping IP Modem di jaringan local. Perbedaannya hanya di IP ADDRESS yang akan di ping dimasukkan IP Address computer yang ada di kantor pusat, atau IP Address yang ada di internet. Selanjutnya dilakuka test aplikasi – aplikasi internet.

Fonts and Colors Tags for Layouts

Fonts and Colors Tags for Layouts